Sabtu, 30 April 2011

move on, enggak? move on, enggak?

habis gimana ya, kamu nya yang emang gak mau move on, apalagi saya yang gak rela kamu move on. bisa pingsan di tempat saya kalo liat kamu udah bisa melangkah satu jengkal pun dari saya untuk menaruh hati kepada yang lain. :)

Jumat, 29 April 2011

kesalahan ada dimana?

dosa apa sih gue, dulu punya pacar udah rasa kayak cinta metong, beda keyakinan, udah gitu masih sodara lagi. yang sekarang, udah sangat nyaman beda lagi. perbedaan begitu sangat familiar dalam hidup gue. ada waktunya gue akan nge-post tentang pandangan gue soal interfaith relationship ini. sekarang gue butuh tidur banget, zombie aja kalah sama gue semalem cuma tidur dua jam, sekarang gak ada rasa ngantuk sama sekali dan otak malah dipake buat mikir lebih keras lagi. ngitung anak domba, anyone?

subjek atau objek?

When I wrote some lyrics of a pile of songs, more often I wrote about it's dedicated to me than well it's dedicated for you or someone else. So I have to say, feel much better being an object than a subject, hehe :p

Bukan Dia Tapi Aku -Judika

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti

[*]
Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

[**]
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Back to [*][**]
Cintaku lebih besar darinya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku
Begitu burukkah ini
Hingga ku harus mengalah

Back to [**]
Cintaku cintaku
Lebih besar dari benciku lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
Jangan dia jangan dia
Jangan dia jangan dia cukup aku
Jangan dia jangan dia cukup aku
Jangan dia

Blue Eyes Blue - Eric Clapton

I thought that you'd be loving me.
I thought you were the one who'd stay forever.
But now forever's come and gone
And I'm still here alone.

'Cause you were only playing,
You were only playing with my heart.
I was never waiting,
I was never waiting for the tears to start.

[Chorus:]
It was you who put the clouds around me.
It was you who made the tears fall down.
It was you who broke my heart in pieces.
It was you, it was you who made my blue eyes blue.
Oh, I never should have trusted you.

I thought that I'd be all you need.
In your eyes I thought I saw my heaven.
And now my heaven's gone away
And I'm out in the cold.

'Cause you had me believing,
You had me believing in a lie.
Guess I couldn't see it,
I guess I couldn't see it till I saw goodbye.

[Chorus]

'Cause you were only playing,
You were only playing with my heart.
I was never waiting,
I was never waiting for the tears to start.

It was you who put the clouds around me.
It was you.

It was you who put those clouds around me.
It was you who made those tears fall down.
Only you who broke my heart in pieces.
It was you, it was you who made my blue eyes blue.
Oh, I never should have trusted you.

Oh, I never should have trusted you.
Oh, I never should have trusted you.
Oh, I never should have trusted you.

Sampai kapan?

Sampai kapan sih bakal kayak gini terus? Serius gue tanya sampai kapan? Kalau emang bener ini bisa dibilang "the unfinished problems" so when could we say "well, this problems was already over"? Saat dua mata bertemu lagi di satu atau dua kesempatan, kita sadar, sedikit banyak semua masih sama. ada yang masih tertinggal, entah apa atau bagaimana, atau memang belum terselesaikan. kita masih sama, hanya keadaanku yang tidak lagi sama, dan kamu tahu itu tentang siapa. tapi apa kamu sadar? kamu yang masih sama itu lah hal yang paling menyakitkan. menjadi sangat bias siapa yang menyakiti siapa di awal dan akhirnya. bagaimana aku bisa seyakin ini, bahwa ini bicara tentang 'masalah yang belum terselesaikan' jika memang dari awal tidak ada permulaan yang semestinya dan akhirnya harus berakhir dengan tanpa kata sudah. Ngomong, aku harus apa?

Kamis, 28 April 2011

a sudden contemplation...

gak biasanya gue menilik ke dalam diri gue sendiri... "gue ini kurangnya apa?", dan ternyata banyak. ada satu hal kenapa tiba-tiba terlintas di otak gue perihal hal ini. bentar lagi gue lulus, harus udah mulai berdiri di kaki sendiri, jangan terlalu banyak bergantung ke orang tua lagi. gue merasa gue ini gak cukup punya modal untuk hidup di 'luar'. memasuki dunia fresh-graduate then being a job seeker? apa gue udah cukup siap? cari kerja kan gak cuma soal modal intelijensia dan CV kita yang menarik. ada yang lebih penting dari itu, lingungan seperti apa yang bakal kita hadapi dan nikmati sehari-hari, itu yang gak kalah penting. CV gue mungkin gak akan begitu menarik, karena selama gue kuliah mungkin gue tidak pernah tergabung dalam organisasi atau kepanitiaan event anything yang signifikan. bukan karena males, tapi lokasi rumah gue yang jauh banget dengan kampus ini gak memungkinkan gue terlalu sibuk di luar urusan kuliah, badan gue bisa sangat gak kuat. maka dari itu, dengan keterbatasan ini gue agak sedikit menyalahkan orang tua gue. gue juga tidak terlalu aktf untuk cari tau ada program apa yang bisa gue involve langsung untuk mungkin bisa punya kesempatan ke luar negeri. ternyata banyak kan yang gue lewatkan. tapi yaudahlah, hal lain mungkin masih bisa dikejar.

tapi yang lebih penting dari itu, gue lebih concern ke personality gue. jujur, gue gak tahu apa gue sudah cukup 'berbakat' dan 'berkualitas' sebagai seorang manusia. iya, mungkin nilai akademis gue tergolong lumayan karena gue kuliah di reputable university, tapi gue sadar itu aja gak cukup. ada beberapa hal mendasar dalam diri gue yang mungkin perlu perbaikan, such as pengendalian emosi, kecerdasan emosi, bagaimana bergaul dengan lingkungan sekitar, interpersonal relation gue kaya gimana, dsb. pacar gue selama ini coba memperlihatkan kepada gue soal ini, bahwa gue masih perlu banyak 'perbaikan' dan belajar. peningkatan kepribadian ini yang pengen gue capai setelah ini. pengen jadi orang yang lebih baik lagi, lebih menyenangkan lagi, kurangi bermanja-manja, kurangi mengeluh, dan bersikap lebih manis dan terbuka untuk orang lain. mungkin selama ini gue terlalu angkuh, terlalu lebih suka menuruti 'selera' diri sendiri, terlalu self-centered juga mungkin. dan lebih daripada itu menyadari kekurangan itu penting. mungkin gue selama ini juga pernah 'jahat' dan banyak menyakiti orang lain. itu yang pengen gue minimalisir.


last words, wish me luck and good night to all of you! :)

Rabu, 27 April 2011

Takut...

jari yang bergerak bebas di atas keyboard kayanya emang susah dibendung di sela-sela gue harus fokus sama sidang bulan depan. memang harus ada yang didahulukan atau katakanlah dikesampingkan. namun yang jelas, sekarang gue HARUS menulis. tapi anehnya bahkan gue takut menulis soal ini. bukan apa, tapi gue merasa ada beberapa hal yang mungkin akan tetap jadi "the unrevealed things" buat gue, no matter what, instead of crying all night long. mungkin ada saatnya nanti gue berani dan jari-jari ini tidak akan bisa berhenti menari diatas keyboard. mungkin suatu saat. nanti.

Selasa, 26 April 2011

:p

nyempil deh satu post sebelum tidur. kenapa sih gue menamakan url gue pragmatistme.blogspot.com? pragmatist.me, bukan maksud repot-repot sok asik mendefinisikan ideologi "pragmatism" tapi lebih ke "iya gue emang orangnya pragmatist parah" --> gue yang pragmatist ini --> pragmatistME. (haha, gak penting emang.. yaudah, have a good dreams, don't be a zombie so you have to get an early sleep *ngeliatin jam*)

welcome to my site, everybody!

Coba gue inget-inget dulu, kapan gue terakhir punya blog? kayaknya sekitar 3 tahun yang lalu. crap, lama banget ya! dulu punya blog jadi ajang buka aib, curhat panjang lebar (which no one cares), dan sarana kekimcilan berkembang. but, here it is... blog gue yang baru. yang (insyaallah) lebih kimcil-less, dan curhat colongan pun diusahakan akan lebih tersamarkan :p. tapi kayanya gue gak akan ngepost dalam waktu dekat karena beberapa minggu kedepan gue harus prepare buat sidang pendadaran gue. mohon do'anya berjalan sukses, supaya gue juga lekas bisa posting 'curhatan' gue yang pertama.  see you! :D